Showing posts with label koneksi. Show all posts
Showing posts with label koneksi. Show all posts

Thursday, March 05, 2015

Dunia diprediksi akan masuk era konektivitas 4G yang jumlah penggunanya diperkirakan segera tembus 1 miliar. Tapi beberapa perusahaan dan negara sudah berancang-ancang menyambut era 5G, contohnya Korea Selatan.

Salah satu operator besar di korea selatan yaitu  SK Telecom, memamerkan teknologi 5G di ajang Mobile World Congress 2015 yang berlangsung di Barcelona. Dari hasil teknologi tersebut kecepatan yang didapat mencapai 7.5 Gbps.

Untuk mengujinya teknologi ini dipakai untuk streaming konten Ultra HD. Dan terlihat tayangannya di televisi sungguh jernih dan tidak patah-patah.

Haesung Park selaku Manager 5G technology Lab SK Telecom menyatakan saat ini memang konektivitas super ngebut itu masih dalam tahap prototipe untuk menunjukkan potensinya. Tapi bukan mustahil beberapa tahun mendatang akan benar-benar diimplementasikan.

SK Telecom sendiri berambisi untuk menjadi operator pertama di dunia yang mengkomersialkan teknologi 5G. Saat ini, mereka sibuk melakukan berbagai uji coba untuk mengembangkan jaringan 5G.

SK Telecom telah memiliki semacam 5G Forum, sebuah kemitraan antara perusahaan dengan akademisi yang melibatkan Kementerian Teknologi Korsel, untuk bekerja sama mengembangkan potensi 5G.

Mereka juga bekerja sama dengan penyedia infrastruktur telekomunikasi untuk menyambut 5G. Ericsson misalnya, menjadi mitra penting SK Telecom. Pertengahan tahun lalu, SK Telecom dan Ericsson sepakat berkolaborasi mengembangkan teknologi yang berpotensi menjadi standar 5G

sumber : inet.detik.com

Thursday, March 13, 2014

Indonesia yang punya ribuan pulau memang jadi tantangan tersendiri bagi para operator dalam menggelar jaringan. Agar pembangunan jaringan bisa merata, Nokia Solution Networks (NSN) coba memberikan saran
Saran yang pertama adalah mengadopsi teknologi BTS mini atau biasa disebut small cell. Teknologi ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan operator dalam menyediakan akses jaringan untuk pelangga daerah rural. teknologi ini sudah bisa mencakup layanan sampai 4G LTE.
"Small cell ini cocok bagi operator di archipelago country yang ingin generate revenue dari rural area. Teknologi BTS mini ini juga mengurangi biaya operasional mereka," kata Head of Customer Marketing Sub Region Indonesia, Niko Steffanus Sutikno di Penang Bistro, Jakarta, Rabu (12/3/2014)
kelemahannya adalah teknologi ini harus disesuaikan dengan kontur masing-masing topografi daerah tersebut.

saran kedua : mengadopsi  Liquid Apps Network, ini merupakan aplikasi untuk mengatur trafik pada waktu tertentu di suatu daerah. misalkan di daerah jakarta pada siang hari memiliki lonjakan trafik yang sangat besar, namun turun drastis pada malam hari. apabila di investasi kan untuk alat maka akan sia-sia, maka lebih baik menggunakan teknologi ini untuk mengatasinya, jadi alokasi trafik dapat lebih merata ke jaringanke yang lebih sepi.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!